LINDUNGI HUTAN KITA 
KURANGI PENGGUNAAN KERTAS

Kita semua tentu sudah tidak asing dengan bahan pembuat kertas, yaitu kayu. Namun kita juga perlu tahu kriteria kayu yang digunakan untuk membuat kertas. Kayu yang dibutuhkan yaitu dengan diameter 15-20 cm, tinggi 40 meter dan hanya jenis kayu tertentu yang digunakan, hanya kayu pilihan yang memiliki panjang serat yang sesuai dengan standart masing-masing pabrik pembuat kertas.
Dalam pembuatan kertas juga dibutuhkan sejumlah air dan energi yang sangat banyak. Belum lagi pada proses produksinya menghasilkan sejumlah emisi dan juga limbah.
Dampak yang ditimbulkan akibat pembuatan kertas terhadap lingkungan  antara lain sebagai berikut :
1.     Penebangan  hutan secara berlebihan.
Dampak ini dampak yang paling terasa dirasakan oleh penduduk bumi, dimana kita membutuhkan pohon tabungan oksigen kita dan mengurangi efek rumah kaca dan pemanasan global.
2.     Pencemaran air.
Dalam proses pembuatan kertas, dibutuhkan air yang sangat banyak dan setelah proses produksi selesai, air sisa akan dibuang. Limbah cair tersebut akan  berdampak bagi ekosistem air dan tanah, walaupun beberapa pabrik sudah memberikan treatment khusus untuk limbah air nya agar saat dibuang sudah tidak mengandung bahaya namun kesalahan prosedur bisa saja terjadi.
3.     Sludge pabrik kertas yang dibuang ke sungai menimbulkan pendangkalan sungai dan membunuh tumbuhan air di tepi sungai karena tertutupi oleh lapisan bubur kertas dari cahaya matahari. Limbah sludge tersebut mestinya tidak dibuang ke sungai bersama air limbah tetapi diendapkan dan dikeringkan untuk kemudian dibuang secara sanitary land fill atau dibakar agar tidak mencemari tanah, air dan udara.

 
AYO SELAMATKAN HUTAN KITA !



Kerusakan Alam Akibat Ulah Manusia
Telah tampak kerusakan di darat dan di laut, disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (Qs. Ar-Rum : 30).
Dalam ayat yang dituliskan di atas, sangat jelas menggambarkan bahwa kerusakan alam di dunia ini adalah akibat dari ulah manusia sendiri. Kerusakan sendiri dapat berupa kerusakan lingkungan dan bencana alam dalam bentuk kerusakan fisik, atau bisa juga berupa kerusakan moral berupa korupsi dan perbuatan yang ditandai dengan diabaikannya aturan dan hukum Allah SWT.
          Pencemaran yang terjadi yaitu pencemaran lingkungan, dimana dalam undang-undang RI No. 23 tahun 1997 disebutkan pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi atau komponen lain ke dalam lingkungan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai tingkatan tertentu yang menyebabkan lingkunagn menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.
Macam-macam pencemaran lingkungan yaitu :
1.     Pencemaran fisik, seperti : polusi suara, radiasi suhu, penerangan.
2.     Pencemaran kimia, seperti : debu, asap, gas, larutan awan, kabut.
3.     Pencemaran sosio ekonomi dan kultural, seperti kemiskinan, kurangnya kesempatan kerja, gangguan keamanan, ketidak stabilan politik, aliran-aliran yang bersifat ekstrim.
4.     Pencemaran biologis, seperti : penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh jasad renik seperti kolera, tifus, demam berdarah dan lain-lain yang derajatnya sedemikian besar sehingga mengganggu lingkungan (Supardi, 1998).
Sumber pencemaran adalah sumber atau tempat dimana suatu bahan pencemar dihasilkan. Sumber pencemar ini dibedakan menjadi dua yaitu :
1.     Sumber distributif   
Yaitu sumber yang tersebar dimana-mana dalam waktu yang bersamaan. Contoh : pestisida dalm pertanian, bahan kimia rumah tangga, gas buangan mobil.
2.     Sumber non-distributif
Yaitu sumber yang terlokalisasi pada suatu tempat (point scure). Misalnya tempat pembuangan sampah, limbah cair, asap hasil pembakaran dan gunung berapi.
Kerusakan alam yang terjadi yaitu :
1.     Pencemaran air sungai
Pencemaran ini disebabkan karena pembuangan limbah pabrik dan sampah sampah kesungai.akibatnya terjadi penyakit dan makhluk hidup  yang ada disungai mati dan airnya pun tidak dapat dikonsumsi lagi oleh manusia.cara penanggulangannya yaitu dengan cara tidak membuang sampah sembarangan jangan membuang limbah kesungai dan melakukan penyaringan .
2.     Banjir
Penyebab terjadinya banjir yaitu karena membuang sampah sembarangan dan juga kurangnya daerah resapan air.dan akibatnya apabila hujan yang lebat selokan solakan dan sungai sungai akan tersumbat oleh sampah sampah,dan akan terjadi banjir.cara penanggulannya yaitu dengan cara membersihkan selokan-selokan atau tempat resapan dan aliran air .
3.     Rusaknya terumbu karang
penyebab  rusaknya terumbu karang yaitu:
1.     Penggunaan bahan peledak, jala tarik, dan racun utuk menangkap ikan
2.     Pencemaran dengan tumpahan minyak, pembuangan bangkai kapal dan pelemparan jangkar reklamasi, serta penambangan pasir
3.     Pembuangan limbah padat atau cair rumah tangga dan industri ke dalam perairan
Akibat dari rusaknya terumbu karang yaitu:
1.     Biota laut kehilangan Tempat Tinggal untuk berkembang biak dan tempat mencari makanan
2.     Penurunan produksi Ikan yang akan berpengaruh pada sektor sektor industri terkait seperti ekspor ikan, mutiara, wisata bahari, obat obatan, pakan ternak dan kosmetik
3.     .Hilangnya terumbu karang sebagai penahan pesisir pantai dari hempasan ombak
Cara menanggulanginya yaitu:
1.     tidak membuang jangkar pada pesisir pantai secara tidak sengaja akan merusak terumbu karang yang berada di bawahnya.
2.     tidak melakukan penambangan secara sembarangan
3.     tidak melakukan pembangunan pemukiman diareal sekitar terumbu karang
4.     tidak melakukan reklamasi pantai secara sembarangan
5.     menjaga kondisi perairan agar bebas dari polusi
6.     tidak melakukan penangkapan ikan dengan cara yang salah, seperti pemakaian bom ikan
4.     Penggundulan hutan
Penggundulan hutan terjadi karena penebangan pohon-pohon tanpa ada penanaman kembali atau reboisasi.akibat terjadinya hutan gundul ini akan berdampak pada perubahan iklim.iklim akan semakin panas karena hutan itu adalah paru paru dunia.dan juga akan mudah terjadinya longsor apabila ada hujan nyang cukup lebat.cara penanggulangannya yaitu dengan cara melakukan reboisasi,yaitu penanaman kembali pohon pohon.dan salah satu cara lainnya yaitu dengan cara tebang pilih,yaitu memilih pohon yang sudah cukup masanya untuk ditebang.
                                              
5.     Pencemaran udara
Pencemaran udara terjadi karena adanya asap asap kendaraan dan juga asap pabrik,dsb.akibat terjadinya pencemaran udara ini adalah suhu dibumi akan menjadi lebih tinggi karena lapisan ozon menipis, terjadinya hujan asam,dan lain lain . Cara penanggulangannya yaitu dengan cara mencari atau menggunakan alternative bahan bakar lainnya seperti tenaga surya.
6.     Penebangan hutan secara liar
Penebangan hutan secara liar menyebabkan rusaknya ekosistem hutan, hilangnya tempat tinggal bagi makhluk hidup yang tinggal di hutan, dan tanah longsor. Cara penanggulangannya yaitu memilih-milih pohon yang akan ditebang.
7.     Pemburuan hewan liar
Pemburuan hewan liar menyebabkan langka dan musnahnya spesies-spesies tertentu di dalam hutan. Cara penanggulanganya yaitu dengan cara menegaskan hukum perlindungan hewan langka dan mensanksi secara tegas para pemburu liar.
8.     Bangunan liar di daerah di aliran sungai (DAS)
Pembangunan bangunan liar di daerah aliran sungai menyebabkan menyempitnya sungai dan pembuangan sampah kesungai juga akan menyebabkan banjir.
Cara penanggulangannya yaitu dengan membenahi penataan kota dan mengembalikan fungsi sungai seperti semula.

Gambar kerusakan alam di Indonesia.

                            Pencemaran air 


                                             
                                         Banjir



                                           Kerusakan terumbu karang

                      
                                       Bangunan liar disekitar sungai.



BEGINILAH KEADAAN BUMI KITA JIKA DIBIARKAN RUSAK TERUS MENERUS.



LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI DASAR
MENGENAL EKOSISTEM






WAHYUL INAYAH
130210103049
KELAS C





FAKUTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2013

       I.            Judul
Mengenal Ekosistem
    II.            Tujuan
Untuk mengenal komponen-komponen yang terdapat di dalam ekosistem dan kedudukanyya dalam ekosistem.
 III.            Dasar teori
Ekosistem adalah suatu system di alam di mana di dalamnya terjai hubungan timbal balik antara organisme dengan organisme yang lainnya, serta kondisi lingkungannya. Ekosistem sifatnya tidak tergantung kepada ukuran, tetapi ledih ditekankan kepada kelengkapan komponennya. Ekosistem lengkap terdiri atas komponen abiotik dan biotik (Tim Pembina Dosen.2013).
1)      Komponen biotik
Manusia, hewan dan tumbuhan termasuk dalam komponen biotic yang terdapat dalam sutu ekosistem. Komponen biotic dibekan menjadi 3 golongan yaitu :
a.       Produsen adalah organisme yang dapat menghasilkan makanan dan penyedia makan untuk mahkluk hidup lain. dengan demikian produsen merupakan sumber energi utama bagi organisme lain, yaitu konsumen. Semua produsen dapat menghasilkan makanannya sendiri sehingga disebut organisme autrotof (Amiruddin.1989).
b.      Konsumen
Organisme yang tidak memiliki klorofil (hewan dan manusia) tidak dapat menyediakan bahan organic yang dibutuhkannya, sehingga kebutuhan akan bahan organik hanya dapat diperoleh dengan mengkonsumsi produsen
(Riyanto.2010).
Berdasarkan tingkatannya, konsumen dapat dibedakan menjadi 4, yaitu :
1) Herbivora, yaitu organisme yang mendapatkan kebutuhan energinya dengan memakan tumbuhan (pemakan daun-daunan, buah-buahan, biji-bijian, umbi-umbian) sebagai konsumen tingkat I

2) Karnivora, yaitu organisme yang mendapatkan kebutuhan energinya dengan memakan herbivora (hewan yang makanannya berupa hewan lain) sebagai konsumen tingkat II. Misalnya, kucing, anjing, harimau, burung elang.
3) Omnivora, yaitu organisme yang mendapatkan energi dengan mengkonsumsi produsen secara langsung atau dengan memangsa herbivora atau karnivora (pemakan segala). Misalnya: ayam, itik, babi, dan manusia.
4) Saprovora, yaitu makhluk hidup golongan jasad renik yang mendapatkan energinya dengan jalan menguraikan sisa makhluk hidup (mahfuji.2011).
2)      Komponen abiotik
a.       Tanah : Sifat-sifat fisik tanah yang berperan dalam ekosistem meliputi tekstur, kematangan, dan kemampuan menahan air.
b.      Air : Hal-hal penting pada air yang mempengaruhi kehidupan makhluk hidup adalah suhu air, kadar mineral air, salinitas, arus air, penguapan, dan kedalaman air.
c.       Udara : Udara merupakan lingkungan abiotik yang berupa gas. Gas itu berbentuk atmosfer yang melingkupi makhluk hidup. Oksigen, karbon dioksida, dan nitrogen merupakan gas yang paling penting bagi kehidupan makhluk hidup.
d.      Cahaya matahari : Cahaya matahari merupakan sumber energi utama bagi kehidupan di bumi ini. Namun demikian, penyebaran cahaya ddi bumi belum merata. Oleh karena itu, organisme harus menyesuaikan diri dengan lingkungan yang intensitas dan kualitas cahayanya berbeda.
e.       Suhu atau temperatur : Setiap makhluk hidup memerlukan suhu optimum untuk kegiatan metabolisme dan perkembangbiakannya (Jamin.1999).
Satuan-Satuan Makhluk Hidup Penyusun Ekosistem
Di dalam sebuah ekosistem juga terdapat satuan-satuan makhluk hidup yang meliputi individu, populasi, komunitas dan biosfer.
Bagian-bagian satuan makhluk hidup penyusun ekosistem yaitu :
                   1.  Individu
Istilah individu berasal dari bahasa latin, yaitu in yang berarti tidak dan dividus yang berarti dapat di bagi. Jadi individu adalah makhluk hidup yang berdiri sendiri yang secara fisiologis bersifat bebas atau tidak mempunyai hubungan dengan sesamanya. Individu juga disebut satuan makhluk hidup tunggal.
                        2.  Populasi
Populasi berasal dari bahasa latin, yaitu populus yang berarti semua orang yang bertempat tinggal pada suatu tempat. Dalam ekosistem, populasi berarti kelompok makhluk hidup yang memiliki spesies sama [sejenis] dan menempati daerah tertentu.
                        3.  Komunitas
Komunitas adalah berbagai jenis makhluk hidup yang terdapat di suatu daerah yang sama, misalnya halaman sekolah.
                        4.  Biosfer
Biosfer adalah semua ekossistem yang berada di permukaan bumi (Jamin.1999).

Habitat adalah daerah tempat hidup organisme, dapat dibedakan atas habitat terestrial dan habitat akuatik.  Habitat terrestrial yaitu organisme yang hidup dalam habitat darat sedangkan habitat akuatik adalah organisme yang hidup dalam habitat perairan (Kaligis.1986).
1)      Ekosistem darat
Ekosistem darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa dartan. Berdasarkan letak geografisnya (garis lintangnya)
2)      Ekosistem air tawar
Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklil dann cuaca. Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang. Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup di air tawar pada umunya telah beradaptasi dengan lingkungannya.
3)      Ekosistem air laut
Habitat laut (oseanik) ditandai oleh salinitas (kadar garam) yang tinggi dengan ion
 CI- mencapai 55% terutama di daerah laut tropik, karena suhunya tinggi danpenguapan besar. Di daerah dingin, suhu air laut merata sehingga air dapatbercampur,maka daerah permukaan laut tetap subur dan banyak plankton serta ikan.Gerakan air dari pantai ke tengah menyebabkan air bagian atas turun ke bawah dan sebaliknya, sehingga memungkinkan terbentuknya rantai makanan yang berlangsung baik. Habitat laut dapat dibedakan berdasarkan kedalamannya dan wilayah permukaannya secara horizontal
(kaligis.1986).
Piramida Ekologi
Piramida ekologi yaitu suatu diagram piramida yang dapat menggambarkan hubungan antara tingkat trofik satu dengan tingkat trofik lain, secara kuantitatif pada suatu ekosistem. Pada piramida ini organisme yang menempati tingkat trofik bawah relatif banyak jumlahnya. Makin tinggi tingkat trofiknya jumlah individunya semakin sedikit . Tingkat trofik tersebut terdiri dari produsen, konsumen primer, konsumen sekunder, konsumen tertier. Produsen selalu menempati tingkat trofik pertama atau paling bawah. Sedangkan herbivora atau konsumen primer menempati tingkat trofik kedua, konsumen sekunder menempati tingkat trofik ketiga, konsumen tersier menempati tingkat trofik ke empat atau puncak piramida.
            Piramida ekologi terdiri dari piramida energi, piramida biomassa, piramida jumlah.
1.    Piramida Energi
Piramida energi adalah piramida yang menggambarkan hilangnya energi pada saat perpindahan energi makanan di setiap tingkat trofik dalam suatu ekosistem.
2.      Piramida Biomassa
Piramida biomassa yaitu suatu piramida yang menggambarkan berkurangnya transfer energi pada setiap tingkat trofik dalam suatu ekosistem.
3.      Piramida Jumlah
Yaitu suatu piramida yang menggambarkan jumlah individu pada setiap tingkat trofik dalam suatu ekosistem (Jamin.1999).


        I.            Pembahasan
Pada praktium kali ini yaitu mengenai pengenalan ekosistem yaitu suatu sistem di alam dimana di dalamnya terjadi hubungan timbal balik antar organisme dengan organisme lain maupun dengan lingkungannya. Dengan demikian di dalam ekosistem tersebut, meliputi hubungan timbal balik antar komponen baik komponen biotik  maupun abiotic. Dalam pratikum ini kami menggunakan alat tali raffia, paku, dan alat tulis dan menggunakan bahan ekosistem daratan yaitu daerah sekitar kampus.  Pada praktikum kali ini kami menentukan ekosistem yanag akan di amati dulu, setelah ditentukan kami membuat kuadran 2x2 m2 pada daerah yang akan diamati. Setelah selesai kami mengamati komponen-komponen yang tersebut, baik komponen biotik maupun abiotiknya.
Dari hasi pengamatan diketahui komponen abiotiknya yaitu batu besar sebanyak 8, ranting 4, tanah, cahaya, udara, kerikil, biji 72, dan daun kering sebanyak  55. Dalam hal ini cahaya berkedudukan sebagai sumber energi yang digunakan untuk membantu proses fotosistesis tumbuhan. Begitu pula dengan daun kering dan ranting yang nantinya akan lapuk berfungsi sebagai humus yang telah diuraikan oleh decomposer setelah lapuk bisa digunakan untuk mempersubur tanah. Sedangkan tanah merupakan media tanam yang akan digunakan oleh produsen sebagai tempat hidup. Kerikil da batu berfungsi sebagai bagian dari habitat.
 Dari komponen biotik yaitu belalang 4 ekor, laba-laba 1 ekor, rumput teki 49, rumput A sebanyak 56, rumput sebanyak 50, nyamuk 1 ekor, semut 7 ekor. Semut memiliki peran-peran ekologis yang penting. Pada ekosistem daratan semut adalah pemangsa utama terhadap invertebrate kecil, semut dapat menggali sejumlah besar tanah sehingga menyebabkan terangkatnya nutrisi tanah. Semut membentuk simbiosis dengan berbagai serangga, tumbuhan dan fungi. Tanpa bersimbiosi dengan semut, organisme tersebut akan menurun populasinya hingga punah. Selain sebagai pemangsa, semut juga adalah mangsa yang penting bagi berbagai serangga, laba-laba, reptile, burung, kodok, bahkan bagi tumbuhan karnivora.peran semut sedimikian pentinh sehinna dikatanak bahwa jika semut punah, ribuan spesies hewan dan tumbuhan juga akan ikut punah. Bahkan lebih dari itu, hamper semua ekosistem daratan akan melemah karena berkurangya kompleksita ekosistem. Lalu nyamuk berfungsi sebagai media penyebaran tumbuhan dan sebgai mangsa predator. Lalu belalang berfungsi sebagai rantai makanan yang sangat penting dalam konsumen, dan membantu penyerbukan berbagai macam tumbuhan, missal jika proses penyerbukan dbantu oleh kaki-kakinya yang tidak sengaja menempel dan ia berpindah ke tempat lain sehingga terjadilah penyerbukan. Laba-laba adalah pemangsa hewan-hewan kecil, terutama serangga. Dan untuk tanaman Begitu pentingn bagi kelangsunggan hidup dan juga bumi ini. Karena tumbuhan selain sebagai produsen pertama pada rantai makan, juga memiliki peranan penting sebagai penghasil oksigen terbesar bagi kelangsungan hidup mahkluk hidup. Serta menangani krisis lingkungan.
     II.            Penutup
2.1  Kesimpulan
Dalam pengamatan ekosistem yang diamati ekosistem daratan emncakup berbagai komponen yaitu komponen abiotic yang meliputi batu besar, ranting, biji, dun kering, sebagai dekomposer tanah, kerikil, biji,cahaya, dan udara sebagai media yang . Sedangkan komponen biotik meliputi tumbuhan sebagai produsen utama dan hewan sebagai komsumen.
2.2  Saran
Dalam menentukan daerah pengamatan, sebaiknya memilih pada daerah yang benyak komponennya baik komponen biotik ataupun abiotik. Hal itu dimaksudkan agar hasil pengamatan lebih bervariasi dan semakin banyak komponen yang ada maka interaksi yang dibangun oleh organisme tersebut juga semakin banyak.



















DAFTAR PUSTAKA
Amiruddin.1989.Biologi.Jakarta:Erlangga
Jamin, H.1999.Ekologi Tanaman Darat Dan Perairan. Bogor: IPB Press
Kaligis,Jenny.RE.1986.Buku Materi Pokok Biologi 1 Modul 1-5.Jakarta:karunika Jakarta Universitas Terbuka
(diakses tanggal 21 desember 2013)
(diakses tanggal 21 desember 2013)
Tim Dosen Pembina.2012.Petunjuk Praktikum Biologi Dasar.Jember:Jember University press

 
wahyul inayah. Template Design By: SkinCorner